Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Ayam-ayamku

Gambar
Pada saat musim penghujan tiba, harga-harga pakan ternak biasanya naik. Hal itu dikarenakan pada musim hujan pasokan makanan ayam berkurang. Ayam-ayam biasanya diberi makan bekatul. Tetapi karena pasokan bekatul jumlahnya berkurang pada musim hujan, bapak-ibuku berinisiatif menambahkan daun lamtoro pada makanan ayam. Daun lamtoro diurut sedemikian rupa sehingga daunnya yang kecil-kecil bisa rontok. Nah, daun-daun yang kecil-kecil itu ditambahkan pada bekatul. Ayam-ayam tetap suka meski makanannya dicampur dengan bekatul. Itu ide bagus untuk menghadapi kekurangan bekatul untuk pakan ayam. Ini beberapa foto ayam-ayamku yang sedang makan. Coba lihat foto yang terakhir itu! Cukup kelihatan kan, foto pakan ayamnya yang memakai daun lamtoro. Foto-foto di atas saya ambil di dekat kandang ayam di rumahku. Foto-foto itu saya ambil pada tanggal 28 Desember 2012, dengan kamera Canon PowerShot A810.

Lebaran Ketupat

Gambar
Hari Minggu ini adalah lebaran ketupat di kampungku. Lebaran ketupat waktunya biasanya satu minggu setelah hari raya Idul Fitri. Dilihat dari namanya saja lebaran ketupat, pasti ada ketupatnya. Ibuku mempersiapkan berbagai makanan lebaran ketupat sejak kemarin, maksudnya ibuku memasak kemarin. Di rumah saya tersedia ketupat dan teman-temannya seperti tepo, lepet, met-met dan sumpil. Seperti itulah. Ketupat. Gambarnya dari : hanyafarid.web.id . Ketupat terbuat dari beras. Daun pembungkus ketupatnya berasal dari janur atau bahasa kerennya yaitu daun kelapa yang masih muda. Beli itu pembungkus ketupatnya, soalnya ibuku tidak bisa membuat pembungkus ketupatnya. Saya pun juga tidak bisa membuatnya, hehehe. O ya, ketersediaan janurnya juga yang membuat ibuku memilih untuk membeli. Praktis kan! Selain dari beras, ada juga bahannya dari ketan. Ketan itu untuk makanan yang mana ya? Entah lepet, met-met atau sumpil ya? Saya sendiri malah kurang tahu. Maklum saya yang bagian makannya, ...

Integritas Perlu Diperhitungkan

Beberapa hari yang lalu ketika saya baru masuk kelas untuk ujian, saya diberi tahu oleh teman saya. Katanya saya sehabis ujian disuruh mengikuti rapat di ruang BEM kampusku. Karena waktu menunjukkan ujian akan segera dimulai, saya jawab saja ya. Setelah ujian selesai, saya berkumpul dengan teman-temanku untuk menghadiri rapat di ruang BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Hari itu merupakan hari terakhir saya ujian akhir semester III, jadinya bisa santai meskipun rapat sampai habis Maghrib. Sambil berbincang-bincang dengan teman saya sebelum rapat dimulai, saya menanyakan kepada teman saya yang mengajak saya untuk rapat itu. Katanya rapat itu membahas pergantian para pengurus BEM. Memang, BEM mengalami pergantian para pengurus yang baru. Rapat pun dimulai sekitar pukul lima sore. Ketika saya masuk ruangan BEM, ternyata masih menunggu juga teman-teman yang belum datang. Rapat itu dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing prodi. Sebelumnya saya belum tahu kalau yang ikut rapat itu d...

Semangat Belajar walau Meniti Jembatan Berbahaya

Gambar
Akhir-akhir ini lagi hebohnya pemberitaan di media massa tentang anak-anak yang tetap bersekolah meski jembatan yang dilaluinya runtuh. Mereka pun tetap bersemangat untuk menuntut ilmu di sekolah. Hujan yang menerjang selama beberapa hari membuat jembatan yang menghubungkan antar desa di Lebak, Banten menjadi rubuh. Hal itu sempat mengkhawatirkan warga di daerah tersebut. Meskipun begitu anak-anak tetap menuntut ilmu di sekolah meskipun harus bersusah payah menyeberangi sungai diatas jembatan rubuh itu hingga para orang tua siswa dibuat khawatir akan hal tersebut. Jembatan runtuh. Sumber : kaskus.us Anak-anak tetap menggunakan jembatan itu agar jarak yang ditempuh tidak jauh. Sebab jembatan itulah yang menjadikan jarak dari rumah ke sekolah menjadi dekat. Dengan jari-jari kecilnya, anak-anak berpegangan tali jembatan yang masih tersisa walaupun bahaya mengancam mereka. Betapa bersemangatnya anak-anak di daerah tersebut. Mereka tetap berjalan meniti jembatan agar sampai tuju...

Pemuda dan Lagu Daerah

Kemarin aku menonton televisi yang acaranya sangat seru. Aku menonton acara Asing Star disalah satu stasiun televisi swasta. Acaranya itu sesuai dengan namanya adalah talenta menyanyi tetapi yang menyanyi itu bukan orang Indonesia melainkan orang luar negeri yang tinggal di Indonesia. Aku sempat tertawa terbahak-bahak ketika pesertanya menyanyi. Ada yang suara sangat lucu dan ada yang gayanya lucu. Mereka menyanyikan lagu-lagu dari Indonesia meskipun mereka berasal dari luar negeri alias warga negara asing. Tetapi ada pula yang menyanyi dengan bagus. Hingga para juri (yang terdiri dari tiga orang) memberikan nilai tiga dari masing-masing juri. Sehingga nilainya sembilan yang merupakan nilai tertinggi. Dia berasal dari negara Nigeria. Ada yang menarik dari peserta ini. Setelah selesai menyanyi, dia pun dites oleh para juri. Ketika dites oleh para juri untuk menyanyikan lagu daerah, dia pun bisa menyanyikan lagu daerah yang berasal dari sunda walaupun dia berasal dari Nigeria. Aku sa...

Perkembangan Teknologi, Persatuan Harus Tetap Terjaga

Perkembangan ilmu pengetahuan pada era globalisasi ini cukup pesat khususnya bidang informasi dan teknologi atau IT. Bagaimana tidak, kita lihat saja kenyataan bahwa banyak sekali orang-orang yang menggunakan alat-alat teknologi modern seperti saat ini. Misalnya saja sekarang banyak pengguna televisi, internet. Mulai dari anak-anak sampai dewasa. Dulu saat aku masih duduk di bangku SD atau sekolah dasar, aku belum tahu apa itu yang namanya komputer. Apalagi anak-anak yang tinggal di desa. Malahan anak-anak yang tinggal di pelosok tanah air yang belum terjangkau oleh listrik pasti mereka tidak mengerti sama sekali tentang komputer. Seiring dengan perkembangan jaman, listrik mulai masuk ke desa-desa terpencil. Dulu masyarakat yang menggunakan alat penerangan dari api (aku menyebutnya cimpli) untuk menerangi gelapnya malam, kini mereka beralih ke penggunaan lampu listrik berkat kemajuan teknologi. Juga dengan listrik, kita juga bisa melihat televisi kesayangan kita. Ibuku pernah b...

Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional

Pahlawan tanpa tanda jasa memang pantas kita sematkan kepada guru-guru kita. Pengorbanan seorang guru bukan sesuatu yang kecil tetapi pengorbanan seorang guru sangat luar biasa kepada kita. Kita dididik untuk menjadai anak yang cerdas, menjadi generasi penerus bangsa. Mulai dari guru TK sampai guru SMA mereka semua adalah sosok seorang pahlawan. Mereka berjuang dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati untuk mendidik kita. Dari yang semula kita tidak tahu apa-apa sama sekali, berkat bimbingan guru kita menjadi tahu akan sesuatu hal. Memang tidak mudah untuk mencapai itu semua. Tetapi dengan kesungguhan dan ketekunan perjuangan guru untuk mendidik kita itu semua bisa tercapai. Guru mendidik kita menjadi orang yang dewasa. Melalui guru dari semula kita orang yang tidak dewasa menjadi orang yang lebih dewasa. Guru mengajarkan kita menjadi orang yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab kepada siapa saja mulai dari bertanggung jawab kepada diri sendiri, kepada orang lain bahkan kepad...